Hazy dream in your Light

The Light, Just In Front of Your Face

Teknik Nafas Dalam


Yup, marilah sekarang kita membahas salah satu teknik paling populer di kalangan mahasiswa PSIK. Yaitu *jreng jreng jreng*.... teknik relaksasi Nafas Dalam *teplok teplok*.

Salah satu teknik relaksasi non-farmakologis (red:nggak membutuhkan obat) ini memang cukup ampuh digunakan untuk mengurangi rasa nyeri mulai dari nyeri ringan sampai sedang (kalau sudah berat, ya silahkan hubungi dokter buat minta obat penghilang rasa sakit)
Selain itu, teknik ini juga ampuh digunakan pada saat ingin menurunkan emosi, stress, dan memberikan rasa nyaman. Ya, contohnya pada pasien Perilaku Kekerasan (PK) yang emosinya mudah terpancing, dilatih untuk menggunakan teknik ini sebagai alternatif penurun amarah.

Oke, langsung saja.
Caranya sangat-amat-gampang-sekali-sodara-sodara.....
1. Usahakan dalam posisi nyaman. Ambil PW (Posisi Wuenak) jika diperlukan dan memungkinkan.
2. Mulailah menarik nafas dalam-dalam dari hidung.
3. Tahan beberapa menit detik
4. lalu lepaskan perlahan melalui mulut
5. Ulangi jika perlu

Nah, better?!
Untuk lebih optimal lagi, agar lebih terkonsentrasi pada bagian tubuh yang sakit, bisa sambil meletakkan tangan di bagian yang sakit.

Gampang!!
Ayo silahkan dipraktekan.......

Hari Kedua

1 Oktober 2009
Lewat tengah malam baru tiba di rumah adik tante Ayu di daerah Balai Baru.

Can't sleep, but just a short nap....
Sementara suami tante Ayu pergi mengambil motornya yang ditinggalkan di kedai temannya ketika gempa, aku menyempatkan menonton TV sejenak.
Ketika melihat berita tantang bangunan GAMA yang roboh, tante Ayu berujar "mbak, untung Tika nggak pergi les, padahal hari itu seharusnya Tika les disana, tapi hari itu Tika tiba-tiba malas pergi les. Seandainya Tika tante paksa juga les kemarin, mungkin dari tadi tante sudah pingsan."

Aku menghela nafas panjang.
Aku sendiri berprinsip "Tak ada yang kebetulan di dunia ini" semua yang terjadi, baik ataupun buruk, kecil ataupun besar, itu adalah sketsa yang sudah digariskan.

Suami tante Ayu datang bersama abang sepupuku. Adik bungsuku ternyata memang langsung pulang begitu terjadi gempa.

Tak mau berlama-lama, jam 2 pagi kami kembali pulang ke rumah.

Di rumah, kedua adikku dan dua orang temannya ada di rumah.
Melihat mereka tidur ditengah rumah yang kacau-balau lengkap dengan serpihan kaca dan keramik di penjuru rumah, akhirnya kantuk terlupakan dan kami bergesas membersihkan rumah sebisanya sambil diterangi lampu emergency.

3.30 pagi semua baru selesai, tinggal kamar depan yang belum tersentuh, ya paling tidak, rumah menjadi sedikit nyaman untuk tidur sejenak.

Pagi harinya baru jelas semuanya.
Pecahan piring ternyata berasal dari lemari piring di lantai dua. Serpihan-serpihan kacanya ternyata berhamburan ke lantai satu ketika goncangan kuat terjadi. Rumah alhamdulillah hanya retak di bagian depan, ada beberapa bagian keramik tang pecah, dan ada bagian lantai yang tiba-tiba naik. Dan satu lagi, lemari besar penyimpanan bukuku hancur berkeping-keping dan seluruh bukunya berhamburan keluar. Itulah sebabnya kamar depan tidak tersentuh. (secara, membereskan ratusan buku dalam semalam bukan pekerjaan yang ringan)

Dan yang lebih mengejutkan, ternyata ada banyak memar di seluruh tubuh Kak Icup dan aku, termasuk di pipi kiri.

Sambil makan pagi di luar, kami bercerita tentang keadaan di saat gempa.


******

Septy ternyata waktu gempa berada di Pasar Raya, lebih tepatnya sedang berada di tangga masuk ke SPR setelah sebelumnya berputar-putar di Matahari bersama dua orang temannya.
Beruntung ketika itu Shandy, temannya mengurungkan niat mencari sepatu di Matahari sehingga mereka tidak terkurung disana.

Di SPR-pun mereka beruntung karena baru menginjakkan anak tangga ketiga dan gempa terjadi. Tanpa pikir panjang mereka bertiga lari sekuat tenaga. Tak ada yang mereka perdulikan sama sekali. Gerbang dan tiang yang hampir runtuh-pun mereka lewati (padahal orang-orang tak ada yang berani).

Sampai di kawasan tarandam, gedung GAMA runtuh di depan mata mereka. Tapi mereka tetap lanjutkan berlari hingga sampai di UPI Lubeg dalam tempo kurang dari 2 jam dengan berlari dan TANPA SEPATU.

Ajaib, mereka bisa berlari ditengah keadaan orang-orang yang berdiripun tak kuasa. Dan untungnya lagi, Shandy yang punya riwayat asma tidak mengalami serangan asma sama sekali padahal mereka berlari tanpa henti sekuat tenaga sampai trapak kaus kaki mereka hancur.

Belum sampai disitu, di kawasan UPI ternyata suasana sangat ramai. Ponsel tak ada satupun yang bisa digunakan. Tapi hebatnya, ponsel "mahal" adikku itu malah bisa mengirimkan SMS dengan lancar. Walhasil, HP kesayangannya itu jadi barang wasiat yang dioper-oper orang sekitar situ.

Sedangkan Cati, ketika gempa berada di tempat lesnya. Ketika gempa, rumah di seberang tempat lesnya terbakar, dan dia berdua Wulan, tetanggaku malah asyik menonton kebakaran.
Untungnya lewat salah satu temannya, Alfa yang langsung teriak "KABUR!!!' dan barulah mereka bertiga lari dengan pemandu jalan Alfa.
Di tengah jalan sendal Wulan putus dan langsung diinstruksikan "buang!' walhasil Wulan berlari tanpa alas kaki melewati jalan tikus yang sama sekali tidak mulus.

Sampai di rumah ternyata rumah kosong dan dikunci. Maka jadilah dia nongkrong di mesjid lalu putar-putar kompleks sampai abang sepupuku datang.

******

Menjelang jam 10 mamakku baru sampai di rumah bersama Eka, saudraku.
Mama datang, dan beres-beres rumah lagi.

Eka saudaraku yang kuliah di Akbid Ranah Minang.
Hari itu jam 1 siang dia masih ada di Padang untuk UAS, dan seharusnya ada kuliah sekitar jam2
siang. Namun entah kenapa dia malah bersikeras untuk pulang kampung menghadiri upacara turun gelar.
Siang harinya dia pergi diantar abang sepupuku ke asramanya. Dan ketika pulang dia bilang kalau asramanya rusak berat, seorang sahabatnya meninggal dan yang lainnya terpencar-pencar.

Eka juga bercerita bagaimana sore itu jam 5 dia masih SMS-an dengan temannya itu.

Di Hari Itu... (catatan hari pertam)

30 September 2009
Pagi itu rasanya tak ada yang terlalu berbeda, kecuali rasa malas yang entah mengapa sempat membuatku berpikir untuk mengurungkan niat pergi ke kampus.
Tapi mengingat tidak mau menganiaya partner Englishku, Ipit, maka aku paksakan diri melangkah keluar rumah menuju kampusku di kawasan Pondok pukul 07.40 WIB.

Hari itu kebetulan juga walimahan sang Murrabbi tercinta di Bukittinggi. Awalnya batal ikut karena harus presentasi di kuliah Medikal-Bedah. Tapi karena telat dapat kabar kalau kuliah Medikal-Bedah dibatalkan, walhasil aku harus masuk kelas bahasa Inggris sambil menyusun rencana bersama teman-teman yang lain untuk menyusul Aini yang sudah terlebih dahulu pergi ke Bukittinggi bersama teman-teman yang lain.

SMS sudah terkirim, rencana sudah tersusun rapi, tapi di detik terakhir untuk pergi tiba-tiba aku, Liza, Anit, dan Ipit yang berencana pergi mengurungkan niat untuk pergi dan memutuskan untuk menitipkan salam saja kepada kedua mempelai.

Kuliah Olah-Raga Kesehatan jam 1 siang dan dilanjutkan dengan kuliah Keperawatan Keluarga sampai akhirnya selesai sekitar jam 4 sore.

Dari siang aku sudah minta kepada sahabatku, Desi unutk mengantarkanku sebentar mencari buku Ilmu Kesehatan Anak di atas Padang Theather, Pasar Raya. Tapi Desi belakangan menolak karena harus mengerjakan tugas Ilmu Kesehatan Anak. Awalnya terpikir untuk pergi sendiri, tapi kantuk yang tiba-tiba menyerang membuatku mengalihkan rencana dan memutuskan untuk pulang secepatnya.

Sampai di rumah hampir jam 5 sore. Hanya ada aku, Kak Icup dan nenekku.
Herannya, begitu menyentuh kasur, tak ada sedikitpun kantuk tersisa lagi. Padahal nanti malam mau-tak-mau aku harus mengerjakan tugas hingga mungkin tidak ada waktu untuk tidur.

Putar kiri-putar kanan, mataku juga enggan terpejam. Rasanya aku malas melakukan apapun, Bahkan aku terlalu malas mengganti pakaian.Dan akhirnya bumipun bergoncang. Kuat! tak seperti biasa yang berangsur dari pelan!

Matikan TV, lalu melompat dari tempat tidur. Tapi Handle pintu tidak mau bekerja sama, handle pintu baru ternyata terlalu keras diputar ditambah lemari sepatu yang menghalangi pintu dari luar. Sedetik kemuadian kupaksakan dan pintupun terbuka.
Di ruang tamu, kak Icup sedang memeluk nenekku yang seketika gempa tak bisa bergerak sama sekali. Langsung kubantu menggotong ke luar rumah.

Belum sampai pagar, kak Icup dan nenekku terjatuh, terang saja, orang biasapun tak kuasa berdiri ditengah goncangan kuat dari dasar bumi.
Terjepit di pagar rumah yang kian kuat bergetar lalu sempat terjatuh karena tempatku berpijak yang tiba-tiba melesak ke bawah, dan melihat bagaimana pagar rumah tetangga seberang rumahku runtuh tiba-tiba, akhirnya aku cuma bisa berdoa agar jangan sampai ada benda berat yang jatuh menimpa kami.

Beberapa saat kemudian goncangan berhenti, kak Icup histeris meminta bantuan orang-orang sekitar untuk mengangkat nenekku.
Aku secara spontan berlari ke dalam rumah. Di dalam keadaan rumah sudah bagai dijungkir-balikkan. Cek kompor, matikan sekring listrik dan lalu mencari air minum. Sayangnya semua air minum di dispenser dan di galon tumpah ke lantai, untung aku ingat masih ada air kemasan di bawah tangga, kuraup sebisaku lalu kuserahkan kepada Nenekku yang sudah duduk di bangku depan rumah dan kepada orang-orang yang ada di luar.

Sedetik kemudian aku ingat, dua adikku dan seorang keponakanku tidak ada di rumah.
Astaghfirullah!!
Telpon di rumah berdering, pasti dari Papaku di Pekanbaru, kontan aku minta papaku untuk menghubungi ke HP-ku karena rumah dalam kondisi berantakan dan aku terlalu takut berada di dalam rumah. Dan langsung aku teriakkan Kak Icup untuk menelpon abang sepupuku yang rumahnya tak jauh dari rumahku.

Abang sepupuku sampai di rumahku beserta keluarganya dengan kepanikan luar biasa, istri dan anak tertuanya, Tari menagis keras sementara aku mengambil uang dari laci kamar dan Kak Icup mengambil sedikit makanan. Ternyata saat gempa Tari sedang di warung dan Nabilah, adiknya yang berusia 1 tahun 2 bulan sempat terhimpit motor.

Dalam kondisi gempa, operator GSM memang paling tidak bisa diandalkan. Beruntung CDMA masih berfungsi normal.
Tapi malangnya tidak satupun dari Septy, Cati ataupun Delvi yang membawa HP CDMA.
Awal yang terpikirkan adalah menjemput adikku Cati dan keponakanku Delvi yang sedang les di kawasan Jati. Sedangkan Septy, aku berpikir kalau dia sekarang ada di kampus Unand Limau Manis. Di dekat mesjid menuju jalan keluar kompleks aku sempat melihat Om Sal, tetanggaku menagis histeris di jalan sambil memeluk anak kecil.

Tapi ternyata semua orang malah berbondong-bondong pergi ke atas, sedangkan kalau ke Jati artinya harus ke bawah. Akhirnya setelah bertemu dengan tetanggaku yang bisa mengendarai mobil, akhirnya kami sekeluarga memutuskan untuk ikut arus ke atas dan abang sepupuku ke bawah dengan mengendarai motor.

Sambil nenunggu, telpon tak henti-hentinya masuk, dari Mamaku yang sedang berada di Lintau, dari Medan, dari Papaku di Pekanbaru. Dan tiba-tiba gempa susulan terjadi. sejenak ku menarik nafas dalam dan ku melihat ke langit, berujar, "langit ini terlalu gelap, tak seperti yang ku kenal"

Terjebak di kepanikan jalan aku sempat melihat bagaimana seorang wanita dievakuasi dari bangunan berlantai dua yang kini rata dengan tanah, kondisinya cukup membuatku ingin meloncat dari mobil dan berlari ke sana. Dan ternyata bukan cuma satu, seorang lelaki lain setelah membentangkan beberapa tikar berlari keluar dari reruntuhan dengan menggendong seorang wanita paruh baya yang kelihatannya tak dapat tertolong lagi.

Astghfirullah!!
Aku baru tersadar betapa kuatnya goncangan tadi.

Satu jam kemudian datang SMS dari Septy yang bilang kalau dia sedang berada di UPI, Lubeg. Lalu kemudian sepupuku menelpon dan bilang kalau Cati tidak ada di tempat lesnya, dan akhirnya aku minta untuk menjemput Septy di UPI saja karena Cati pasti pulang ke kompleks.

Hujan turun....
Tiba-tiba kakiku terasa pedih terkena tetesan hujan. Ada apa gerangan.
Barulah kulperiksa dan kudapati kenyataan bahwa kakiku penuh luka dan lecet disana-sini, termasuk juga lengan dan telapak tangan. Ya, baru ku ingat betapa banyak pecahan piring dan keramik yang berserakan dilantai, dan aku tidak memperdulikan apapun waktu itu.

Berjam-jam kami menunggu di mesjid daerah By-Pass terjebak tak bisa kemana-mana. Ambulance tak henti-hentinya meraung hilir-mudik membuat orang-orang yang ikut duduk di mesjid itu semakin pucat pasi. Seorang ibu malah menangis tak henti karena anaknya sedang bimbel dan sampai saat ini belum diketahui keberadaannya.

Di tengah keramaina jalan, tiba-tiba lewat salah seorang tetanggaku.
"Istri Om Sal meninggal..."
"innalillahi... kenapa?"
"Tertimpa pagar rumah Andaru yang roboh"
Astaghfirullah, itulah sebabnya mengapa om sal menangis meraung-raung di tngah jalan tadi. Aku terpekur. Diam.

Batre HP yang memang sudah tinggal satu bar akhirnya bebar-benar habis, dan karena sudah sangat sulit unutk kempabi ke rumah, maka akhirnya kami terus saja ke rumah saudara adik tetanggaku di daerah Balai Baru.

Kurang Tidur Sebabkan Gemuk

- Jawaban - Ada semacam mitos di masyarakat bahwa tubuh gemuk disebabkan oleh tidur yang terlalu banyak. Namun, sebuah riset medis terbaru menyatakan justru sebaliknya. Orang yang kurang tidur cenderung akan menjadi gemuk.

Menurut Reuters, kita begitu empati pada diet dan olah raga untuk memerangi obesitas, sampai-sampai kita lupa pada nilai tidur yang baik. Studi yang dilakukan oleh tim medis dari Eastern Virginia Medical School dan melibatkan sekitar 1.000 orang menunjukkan bahwa jumlah jam tidur yang kurang akan menyebabkan indeks massa tubuh akan meningkat. Indeks massa tubuh adalah pembagian antara ukuran tinggi dan berat tubuh seseorang dan menentukan kadar lemak dalam tubuh.

Studi tersebut menyatakan bahwa pria rata-rata tidur 27 menit lebih sedikit dibandingkan wanita. Para pasien yang menderita obesitas ternyata memiliki jam tidur yang lebih sedikit dibandingkan pasien yang normal.

Dalam jurnal Archives of Internal Medicine, studi tersebut telah dipublikasikan secara detail dan dikatakan bahwa hasil penemuan mereka memberikan ide bahwa dengan menambah jam tidur 20 menit semalam saja dapat menurunkan indeks massa tubuh. Perlu diketahui, berkurangnya jam tidur seseorang akan menyebabkan peningkatan nafsu makan. Saat tubuh kekurangan tidur, maka akan terjadi penekanan hormon protein bernama leptin dan menimbulkan rasa lapar. Inilah salah satu pemicu rasa lapar di malam hari yang membuat orang mencari makanan kecil di tengah malam.

Jadi, mitos yang berlaku di masyarakat bahwa banyak tidur membuat gemuk adalah salah jika dilihat dari segi medis.

Sumber : Jawaban.com

KOMIK, Untuk Siapa? (Sebuah catatan untuk orang tua)

Sebulan yang lalu saya menyempatkan diri mampir ke sebuah toko buku ternama di kota Padang. Seperti biasa, saya langsung naik ke lantai tiga, tempat komik yang selalu menjadi tujuan utama saya. Setelah melihat-lihat sejenak, saya tertarik dengan seorang anak laki-laki berusia sekitar 8-9 tahun yang juga ikut melihat-lihat deretan komik tepat di belakang saya. Yang menyebabkan saya tertarik, yaitu deretan komik yang sedang dilihat olehnya dengan semangat. Tidak ada yang salah kecuali ternyata setelah saya lihat, itu adalah deretan yang memajang komik anak-anak, komik remaja, dan beberapa komik dewasa.

Setelah mendapatkan yang saya cari, saya langsung menuju kasir di lantai dua. Dan kebetulan, orang tua sang anak tadi sedang membayar komik yang sudah dipilih. Namun sejenak saya terkejut melihat komik di antara tumpukan buku pelajaran kelas 4 SD yang ternyata adalah komik terbitan sebuah penerbit komik yang setahu saya selama ini hanya menerbitkan komik untuk dewasa.

Mungkin bagi beberapa kalangan ini terdengar sedikit aneh jika saya katakan jika ada penerbit komik khusus untuk dewasa. Penting untuk diketahui, komik Jepang, atau biasa disebut Manga juga memiliki rating usia pembaca sendiri. Namun inilah yang sering luput dari perhatian orang tua dan pengelola toko buku sendiri.

Secara garis besar, manga terbagi atas dua jenis :

1 Shonen Manga

Shonen manga merupakan manga yang dikhususkan untuk pembaca laki-laki. tema ceritanya beragam seperti petualangan, olah raga, dan seputar kehidupan laki-laki.
Jika dilihat dari pembagian usia pembacanya, Shonen Manga dibagi lagi atas tiga :

- Shonen manga yang ditujukan untuk anak laki-laki kecil
Biasanya memiliki cerita menarik berkisar seputar kehidupan sekolah ataupun dunia permainan anak-anak
Contohnya : Doraemon, Pokemon, Digimon

- Shonen manga yang ditujukan untuk remaja laki-laki usia 11-17 tahun ke atas
Meskipun masih mengambil tema cerita seputar olah raga, sekolah, dan lain-lain, namun untuk jenis ini, cerita sudah mulai diramaikan dengan unsur romantisme.
Contohnya : Inuyasha, Naruto, Harlem Beat

- Shonen manga yang ditujukan untuk laki-laki dewasa usia 18 tahun ke atas
Kisah yang disajikan lebih bervariasi, alur cerita lebih kompleks, dan tak jarang menampilkan erotisme, kekerasan, bahkan seks (Hentai) dan Lesbian (Yuri)

Contoh : I's, Pretty Face, MPD Psycho



2. Shoujo Manga


Shoujo manga merupakan manga yang dikhususkan untuk pembaca perempuan. Tema ceritanya seputar roman, kehidupan perempuan, dan seringkali dunia fantasi.
Sama seperti Shonen manga, Berdasarkan pembagian usia pembacanya, Shoujo Manga juga dibagi lagi atas tiga :

- Shoujo manga untuk anak kecil perempuan.
Sama seperti untuk anak laki-laki kecil, manga jenis ini bercerita seputar kehidupan gadis kecil.
Contoh : Chibi Maruko Chan, Minky Momo, Atashi'n Chi

- Shoujo manga untuk remaja perempuan usia 11-17 tahun ke atas
Sama seperti untuk remaja laki-laki, hanya saja kisahnya lebih feminim dan mayoritas didominasi dengan drama romantis.
Contoh : Ouran High School, Special A, Dunia Mimpi

- Shoujo manga untuk perempuan dewasa usia 18 tahun ke atas
lagi-lagi hampir sama dengan manga untuk laki-laki dewasa, namun lebih bersifat feminim dan tidak mengandung unsur kekerasan yang berarti. Namun tak jarang yang juga mengangkat erotisme, seks dan Homoseksualitas (Yaoi)
Contoh : Loveless, X, Angel Sanctuary


Nah, dari pembagian di atas, jelas sekali bahwa tidak semua komik cocok dibaca oleh anak-anak. Komik juga memiliki rating usia masing-masing yang harus menjadi perhatian khusus bagi orang tua yang ingin memberikan bacaan yang berkualitas untuk anak. Selain itu, diperlukan juga tindakan yang nyata dari distributor dan toko buku supaya tidak mencampurbaurkan antara komik anak-anak dengan komik dewasa. Jika perlu, beri tempat terpisah dan petujuk jelas bagi komik atau bacaan yang ditujukan khusus untuk dewasa.

Namun kenyataan, jarang sekali orang tua yang memperhatikan label rating usia di bagian cover sebelum membelikan komik untuk buah hati mereka.

Maka tak heran jika saya pernah membaca di sebuah majalah anak-anak ternama sebuah resensi komik yang berjudul Nube yang ditulis oleh seorang anak perempuan usia kelas 3 SD. Padahal, Nube merupakan komik dengan rating 'DEWASA' yang mengandung unsur nudity cukup banyak.
Dan lagi, saya sangat teramat kecewa ketika Naruto menjadi booming di kalangan anak-anak, sedangkan berdasarkan diskusi di kominitas pencinta Pecinta Jepang Manga dan Anime yang ada di kota Padang, mereka semua sepakat jika komik Naruto hanya pantas dibaca untuk anak usia 13 tahun ke atas.

Me and Award

Attention please.....
Belakangan aku buka kembali My Multiply room. Tapi udah nggak di addres lama (maklum penyakit lama, LUPA PASSWORD)...

Kali ini my MP : hazyrin.multiply.com

Oya, setelah bertahun-tahun nggak dapet award *lebay:mode on*, akhirnya aku dapet award lagi (hip.. hip.. huray... banzaiiii)

jadi inget, klo terakhir kali aku dapet award waktu masih zaman blog "snowferlly" dulu...
Kali ini awardnya dari Aan...


PR yang pertama adalah kalian harus membagikan award ini kepada sepuluh teman kalian. Terserah siapa saja orangnya. Asalkan dia punya blog. Dan PR yang kedua khusus dari aku, kalian harus meletakkan link-link berikut ini di blog atau artikel kamu :

  1. Facebook
  2. Friendster
  3. Google
  4. Robby Hakim
  5. AeArc
  6. Surya Tips
  7. Antaresa Mayuda
  8. Rangga
  9. Ferdi Fauzan
  10. Hz-rin

Tapi ingat, sebelum kamu meletakkan link diatas, kamu harus menghapus peserta nomor 1 dari daftar. Sehingga semua peserta naik 1 level. Yang tadi nomor 2 jadi nomor 1, nomor 3 jadi 2, dst. Kemudian masukkan link kamu sendiri di bagian paling bawah (nomor 10). Tapi ingat ya, kalian semua harus fair dalam menjalankannya. Jika tiap penerima award mampu memberikan award ini kepada 5 orang saja dan mereka semua mengerjakannya , maka jumlah backlink yang akan didapat adalah

Ketika posisi kamu 10, jumlah backlink = 1
Posisi 9, jml backlink = 5
Posisi 8, jml backlink = 25
Posisi 7, jml backlink = 125
Posisi 6, jml backlink = 625
Posisi 5, jml backlink = 3,125
Posisi 4, jml backlink = 15,625
Posisi 3, jml backlink = 78,125
Posisi 2, jml backlink = 390,625
Posisi 1, jml backlink = 1,953,125

Dan semuanya menggunakan kata kunci yang kamu inginkan. Dari sisi SEO kamu sudah mendapatkan 1,953,125 backlink dan efek sampingnya jika pengunjung web para downline kamu mengklik link itu, kamu juga mendapatkan traffik tambahan.

Nah, silahkan copy paste saja PR yang kedua ini, dan hilangkan peserta nomor 1 lalu tambahkan link blog/website kamu di posisi 10. Ingat, kamu harus mulai dari posisi 10 agar hasilnya maksimal. Karena jika kamu tiba2 di posisi 1, maka link kamu akan hilang begitu ada yang masuk ke posisi 10.

Nah, yang dapet award ini...
Aini
Erfi
Dally
Yeni
Anit
Liza

Biar pada rajin ngurusin blognya *sarcatic*.....

Time

Me?

Foto Saya
Rin
Hanya sesosok anak manusia yang (sok) sibuk dan doyan melakukan hal-hal yang menurut kebiasaan adalah hal yang kurang biasa. Sedikit apatis dan tak acuh, namun sangat ajaib karena sekarang sedang kuliah di Ilmu Keperawatan Unand.... Yap, just an ordinary Mel(Melancholic)-Sang(Sanguine) girl with extreme mood swings...
Lihat profil lengkapku

My Personality Info

Click to view my Personality Profile page